Macam-macam Tepung dan Penjelasannya

Assalammu'alaikum Ibu, Kali ini kita akan berbagi pengetahuan sekitar Macam-macam Tepung dan Penjelasannya. Banyak dari kita, yang mempunyai kemauan untuk memasak, maka tidak sedikit dari kita mencari tahu panduan resep memasak, baik dari media sosial, browsing, majalah memasak dan sebagainya. Namun tidak jarang, ketika kita membaca resep-resep itu, ada bahan-bahan yang tidak kita kenal, mungkin pertama kali kita dengar.
Karena itu Resep Dapur Resepi mencoba berbagi pengetahuan tentang bahan-bahan masakan, khususnya untuk kali ini akan membahas berbagai macam tepung untuk bahan masakan dan tentunya dengan penjelasannya.
Baiklah Ibu kita langsung saja

1. Tepung Terigu / White Flour 

Tepung terigu dihasilkan dari olahan biji gandum. Tepung terigu dibagi berdasarkan kandungan proteinnya atau gluten Gluten adalah campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya. Dalam olahan makan gluten ini sangat mempengaruhi. Sehingga memerlukan tepung yang berbeda untuk tiap olahan.

a. Tepung terigu berprotein tinggi
Kandungan protein dari tepung terigu ini >12,5%. Biasanya digunakan untuk pembuatan makanan yang dalam prosenya menggunakan ragi. Sifatnya memiliki daya serap terhadap cairan yang tinggi. Gluten dari tepung ini akan mudah mengembang dan membuat adonan lebih liat dan elastis. Cocok digunakan untuk pembuatan roti, donat, mie basah atau kering.
Contoh produk-produk yang ada dipasaran yaitu Bogasari (cakra kembar emas), Tali Emas, Kereta Kencana dll.
b. Tepung Komachi
Tepung komachi juga termasuk tepung berprotein tinggi. Tepung asal jepang ini banyak diminati orang untuk pembuatan roti donat. Sama halnya, tepung ini juga baik untuk pembuatan mie.
c. Tepung terigu berprotein sedang
Tepung serbaguna ini memiliki kandungan protein diantara 10-11%. Biasa digunakan untuk membuat aneka makanan seperti gorengan, martabak manis,kue oukis, pisang molen, bakwan, bolu kukus, cake dll.
Contoh produk-produk yang ada dipasaran yaitu Segitiga biru, Beruang biru, Bogasari ( Gunung Bromo ), dll.
d. Tepung terigu berprotein rendah
Bahan pembuatan kue kering ini, hanya memiliki kandungan protein diantara 8-9%. Sifat dari tepung ini menyerap sedikit air dan gula, sehingga makanan yang dihasilkan bersifat renyah dan kering. Biasanya digunakan untuk membuat cookies, pie dan cake.

2. Wholemeal Flour atau Whole Wheat Flour

Tepung jenis ini dibedakan karena proses penggilingannya. Dibuat dengan cara menggiling biji gandum bersama dengan kulit arinya. Memiliki tekstur yang kasar, daya serapnya terhadapa air sangat tinggi. Memiliki warna yang lebih kusam tidak putih lebih kecoklatan. Biasa digunakan untuk membuat cookies dan roti tawar yang memiliki rasa khas. Contoh produk-produk yang ada dipasaran yaitu Bogasari (Merek Taj Mahal).

3. Tepung Gandum Hitam atau Rye Flour

Tepung jenis ini termasuk kurang dikenal, karena lebih banyak digunakan oleh orang Eropa terutama jerman. Tepung ini biasa digunakan untuk membuat roti khas jerman yaitu Pumpernickel.
 Pumpernickel German

4. Tepung Panir (Bread Crumb) atau Tepung Roti

Tepung roti ada beberapa jenis, dibedakan berdasarkan tekstur dan warnanya. Dan kegunaannya pun berbeda beda. Tepung roti mudah didapatkan, atau bisa juga membuat sendiri dengan menggunakan roti tawar yang dikeringkan atau roti gabing. Ada 4 macam tepung roti:
a. Tepung roti putih basah
Tepung roti jenis ini dapat dibuat dengan mencabik-cabik roti tawar yang belum dikeringkan. Kemudian dihaluskan dengan Food Processor. Setelah itu segera olah menjadi masakan. Tepung roti ini biasa digunakan untuk campuran isian ayam atau daging gulung, untuk mengentalkan adonan puding, mengentalkan saus, dan cake.
b. Tepung roti putih kering
Tepung roti ini bisa kita buat dengan menggunaka roti tawar tanpa kulit, dengan cara mengeringkan roti tawar dibawah matahari atau dengan menggunakan oven. Kemudian hancurkan dengan menggunaka food processor atau masukkan roti kering ke dalam kantung plastik dan diremas-remas menggunakan tangan.
Tepung roti ini biasanya digunakan untuk membuat ayam crispy, membalut ikan dsb.
c. Tepung roti coklat kering.
Sama hal dengan tepung roti kering, hanya saja dalam pebuatannya menggunakan suhu yang lebih panas, agar tercipta warna coklat. Atau bisa menggunakan roti tawar coklat. Tepung roti ini biasanya digunakan untuk taburan masakan panggang, atau puding dsb.
d. Tepung Panko atau Panko flour
Tepung jenis ini memiliki tekstur yang lebih kasar, memiliki warna agak kuning keemasan. Biasanya digunakan untuk taburan masakan jepang, seperti katsu atau tempura.

5. Self Rising Flour

Self rising flour adalah tepung terigu yang sudah dicampur dengan ragi atau pengembang. Tepung jenis ini dalam pengolahannya dapat mengembang lebih baik dibanding tepung jenis lain, dan walaupun didiamkan agak lama dan menjadikan cake menjadi bantat. Harga dari tepung ini pun lebih mahal. Tepung ini biasanya hanya efektif digunakan dalam jangka waktu 3 bulan, setelah masa itu biasanya zat pengembang tidak berfungsi lagi.

6. Tepung Custard atau Custard Powder

Tepung custard adalah tepung yang dibuat menggunakan campuran tepung kentang atau maizena dengan kuning telur, susu, gula dan bahan pengental lainnya. Memiliki tekstur yang halus dan bewarna agak kekuningan, biasanya dijual dalam bentuk kemasan kotak atau kaleng. Sering digunakan untuk membuat saus vla.

7. Tepung Kentang atau Potato Flour

Tepung jenis ini masih jarang digunakan, sehingga sulit untuk mendapatkannya. Tapi tepung ini bisa dibuat dengan menggunakan bahan kentang yang telah dimatangkan atau direbus, yang kemudian dikeringkan dan dibuat tepung. Biasanya dipakai untuk pengental cookies, cake, schotel, saus dll.

8. Tepung Beras atau Rice Flour

Tepung ini sangat lazim digunakan, sehingga mudah dijumpai. Tepung ini dibuat dari beras yang dihaluskan. Memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan dengan tepung ketan. Bila dicampur air akan lebih encer dibanding tepung ketan. Biasanya digunakan untuk makanan tradisional. 

9. Tepung Ketan atau Glutinous Flour

Sama halnya dengan tepung beras, hanya bahan bakunya menggunakan ketan putih atau ketan hitam. Memiliki tekstur yang lebih kasar dibanding tepung beras. Bila dicampur air, tepung ketan akan lebih kental dan lengket, karena ketan mengandung pati yang bersifat perekat. 

10. Tepung Tapioka atau Tapioka Starch

Tepung tapioka aatau juga sering disebut tepung aci atau tepung kanji. Bahan baku dari tepung tapioka adalah Singkong atau ketela pohon. Biasanya digunakan untuk pengental makanan. Banyak digunakan dalam pembuatan penganan tradisional. 

11. Tepung Sagu atau Sago Flour

Mirip tepung aci atau tapioka tapi lebih kering. Bahan baku tepung sagu adalah saripati batang pohon sagu sejenis tumbuhan palm. Sering digunakan sebagai pengental karena bersifat lengket. Dipasaran yang paling sering kita jumpai adalah sagu tani. Tepung sagu sering digunakan dalam pembuatan penganan tradisional seperti yang paling terkenal adal empek-empek palembang.

12. Tepung Maizena atau Corn Flour / Corn Starch

Tepung ini berbahan baku saripati biji jagung. Tepung ini berwarna putih. Biasa digunakan untuk mengentalkan sup, pembuatan cookies atau makanan lain agar lebih lembut.

13. Polenta atau Cornmeal

Hampir sama dengan Tepung maizena. Polenta seringdisebut juga dengan tepung jagung, karena terbuat dari biji jagung yang dihaluskan. Memiliki warna kuning menyala seperti jagung dan teksturnya kasar. Orang meksiko biasa menggunakannya sebagai bahan baku pembuatan tortilla.
Roti tortilla

14. Tepung Ten (Tang) Mien atau Tang Flour

Tepung ini merupakan hasil dari endapan tepung terigu lalu diambil glutennya. Memiliki warna putih dan bertekstur halus. Hasil dari adonan tepung ini biasanya bening, seperti pembuatan kulit dim sum. Mudah didapatkan di toko-toko bahan makanan China.

15. Tepung Semolina atau Semolina Flour

Tepung semolina dibuat khusus dari kulit biji gandum yang keras. Kandungan proteinnya paling tinggi diantara seluruh jenis gandum. Tepung jenis ini paling sering digunakan dalam pembuatan aneka pasta, spaghetti, puding, cookies, sup, cake dll. Sebenarnya tepung ini merupakan hasil kedua dari hasil utama pembuatan tepung terigu di pabrik.

16. Tepung Hunkwe atau Tepung Kacang Hijau atau Mung Bean Flour

Tepung ini terbuat dari sari pati kacang hijau, warnanya putih. Biasanya digunakan dalam pembuatan kue tradisional seperti Nagasari, cendol dan centik manis.

17.Tepung Garut atau Arrowroot Flour

Tepung garut dikenal juga dengan nama tepung larut atau ararut. Tekstur dan warnanya mirip dengan sagu. Bahan baku pembuatannya adalah umbi garut. Tepung ini sering digunakan untuk pembuatan kue kering.

18. Havermout atau Oat Meal

Tepung yang satu ini memiliki kadar protein yang tinggi dengan tekstur yang sangat kasar. Bahan baku pembuatannya adalah Biji gandum oat. Sering digunakan untuk membuat bubur.  Contoh yang sering kita jumpai yaitu Quaker Oats.

19. Bubuk Almond atau Almod Powder

Tepung yang satu ini tergolong mahal, terbuat dari kacang almond yang kulit arinya sudah dikupas. Memiliki Tekstur yang kasar dan warnanya kuning. Biasa digunakan untuk membuat cookies dan jaconde cake.

Demikianlah Ibu, mudah-mudahan informasi mengenai Maca-macam tepung dan penjelasannya ini dapat menambah pengetahuan ibu. Ikuti terus Resep Dapur Resepi dapatkan informasi lainnya. Terimakasih.

Baca : Cara Membuat Sambal Pecel Lele Gurih

Reactions:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser